Saturday, 5 February 2011

Foot and Mouth Disease (Part 1)

CIRI-CIRI UMUM

Foot and Mouth Disease (FMD) adalah suatu infeksi yang bersifat sistemik yang membentuk lesi pada mulut dan kuku (pathognomonis). FMD menyerang hewan domestic dan liar, termasuk ternak sapi, babi, kambing dan domba. Secara umum FMD memiliki mortality rate dibawah 5%, tetapi FMD menjadi penyakit penting pada peternakan semenjak FMD mengakibatkan penurunan pentinga pada produktivitas ternak. Rute penularan virus yang utama melalui pernafasan, tetapi infeksi melalui saluran pencernaan juga mungkin terjadi walaupun membutuhkan dosis infeksi yang lebih besar. Setelah replikasi di pharing virus masuk kedalam pembuluh darah kemudian menyebar ke organ dan jaringan dimana tempat infeksi baru terjadi. Beberapa gejala klinis yang nampak adalah demam, anoreksia, penurunan berat badan, kelumpuhan, salivasi serta lesi vesicular pada mulut dan kuku. Meskipun FMD jarang mengakibatkan kematian pada hewan dewasa, virus dapat menimbulkan lesi berat pada myocardium pada hewan muda, kejadian pada hewan muda demikian mengakibatkan mortality rate tinggi. Suatu gejala infeksi persisten dapat ditetapkan pada ruminansi dalam waktu beberapa minggu sampai beberapa tahunseperti akibat lain dari infeksi akut atau vaksinansi dengan live vaksin. Hewan dengan infeksi persisten dikenal sebagai hewan karier dan dia adalah reservoir penting di alam. Juga dia telah disarankan waspada bahwa ternak sapi karier merupakan sumber wabah yang mungkin menularkan virus kepada hewan rentan. Kemustahilan untuk mengobati hewan karier dengan vaksinasi, bersama dengan keberagaman genetik dan antigen virus FMD adalah kelemahan utama dalam pengendalian FMD.

PENYEBARAN

FMD yang pertamakali dilaporkan adalah kejadian wabah di Italy utara pada tahun 1514 dan di Afrika selatan pada tahun 1780. Tujuh serotype FMD virus yang diketahui adalah A,O, C, Asia-1, South African Territories (SAT) 1, 2 dan 3 yangmana terdiri dari 65 subtipe. FMD endemic di Amerika selatan, sub-Saharan Afrika, India, Timur tengah, Timur jauh. Beberapa negara seperti Chile, Perancis, Guyana dan Suriname telah bebas FMD pada decade yang lalu, sementara beberap anggota dari Mercasur (Argentina, Uruguay, Paraguay dan Brazil) telah secara besar-besaran mengendalikan FMD melalui program vaksinasi. Di sub-saharan Afrika program pengendalian FMD telah dimotivasi dengan kegiatan ekspor daging sapi ke Eropa. Bagaimanapun, kadangkala penyebaran penyakit dapat melalui kerbau, yangmana hal itu terbatas pada tempat pertandingan kerbau. Pada sisi lain, fasilitas surveillance dan diagnosa yang buruk seperti keburukan dari beberapa program pengendalian merupakan penyebab penyebaran FMD pada ternak sapi, termasuk negara-negara Afrika utara seperti Tunisia, Maroko dan Algeria.

Pengendalian penyakit di India dan negara lainnya di timur jauh sangat sulit yang berhubungan dengan jumlah kambing, domba dan sapi yang dimiliki oleh banyak petani. Wabah baru terjadi di negara kawasan Asia dimana penyakit telah dapat dikendalikan (Malaysia, Philipina dan Jepang) dan FMD baru ini terjadi di Taiwan. Perpindahan ternak yang tidak terkontrol diantara negara-negara di Timur tengah telah membuat pengendalian penyakit sulit dilakukan pada daerah ini. Pengendalian FMD secara parsial dicapai hanya di Israel dengan menggunakan vaksin yang diproduksi Eropa. Konsentrasi Eropa telah ada semenjak kejadian penyakit di Turki, ini merupakan rute tradisional yangmana FMD dapat masuk daerah Balkan. Ukuran sanitasi seperti pembatasan pergerakan dan karantina, stamping out dan pemakaian vaksinasi inaktif secara luas telah berhasil dalam pengendalian dan eradikasi penyakit di Eropa, yangmana membawa keputusan Unieropa untuk menghentikan vaksinasi pada tahun 1991. Keputusan ini diikuti dengan persetujuan kerjasama perdagangan oleh anggota negara Unieropa dan pengendalian impor, karantina dan stamping out menggatikan kegiatan vaksinasi sebagai ukuran untuk mencegah masuknya penyakit. Namun beberapa wabah telah dilaporkan di Eropa sejak tahun 1991, Bulgaria (1991, 1993, 1996), Italy (1993), Yunani (1994, 1996), Rusia (1995), Albania (1996), Masedonia (1996), Kosovo (1996) dan Turki (1995, 1996). Di semenanjung Iberian, wabah telah terjadi di Spanyol selama tahun 1986. Meskipun semenanjung tersebut telah bebas FMD sejak itu.

FMD VIRUS

PARTIKEL VIRUS

FMD virus merupakan virus yang pertamakali dikenal sebagai virus pathogen (Loeffler and Frosch, 1898), dan dia adalah satu-satunya anggota genus Aphthovirus yang masuk kedalam family Picornaviridae. Partikel virus, atau virion, terdiri dari ssRNA dengan palaritas positif, kuranglebih 8500 nukleotida panjangnya. RNA secara kovalen berikatan dengan protein kecil VPg, pada ujung 5’ dan translasi RNA menghasilkan polipeotida tunggal (L-P1-P2-P3) yangmana kemudian terlepas menjadi protein structural dan non structural. Kapsid virus tanpa envelop dan memiliki simetri icosahedral dengan diameter kuranglebih 300 Å, teridiri dari 60 kopi dari setiap protein struktural VP1, VP2, VP3 dan VP4. Sementara tiga protein struktural pertama (MW~24 kDa) merupakan komponen permukaan dan yang keempat (MW~8.5 kDa) merupakan komponen internal. Virion biasayanya juga disusun oleh satu atau dua unit dari VP0, precursor dari VP2 dan VP4.

ARSITEKTUR FMD VIRION

Struktur partikel FMD virus pertamakali diuraikan untuk analisis serotype O BFS 1860 dengan menggunakan analisa X-ray difraktion. Sejak itu, serotype FMDV yang lain telah dikristalisasi dan dianalisa berdasarkan beberapa fenotipe (contoh, zat yang sangat ringan pada CsCl merupakan zat tidak tahan asam) dan secara serologis (immunoligis dan antigenik) merupakan bagian virus yang dapat dijelaskan secara struktural. Secara keseluruhan permukaan luar virus berbentuk bola dan relatif halus. Virus berbentuk simetri icosahedral, setiap unit asimetri merupakan pentamer disusun oleh lima kopi dari protomer biologis FMDV. Protein Viral VP1-3 memiliki ukuran, posisi, orientasi dan struktur tersier yang sama untuk semua Picornavirus. VP4 merupakan protein variable yang dimiliki Picornavirus, VP4 FMDV memiliki ukuran lebih besar dibandingkan yang lain.